Mengenal Sosok Kontroversi Mustafa Kemal Ataturk, Presiden Pertama Turki

Mengenal Sosok Kontroversi Mustafa Kemal Ataturk, Presiden Pertama Turki


Nama Mustafa Kemal Ataturk kembali menjadi perbincangan warganet Indonesia, hal itu lantaran namanya diusulkan menjadi sebuah nama jalan di wilayah Menteng, Jakarta Pusat hasil kerja samakedua pemerintah.


Hasil kerjasama itu salah satunya memberikan nama jalan di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Ankara dengan nama Bapak Proklamasi RI, Soekarno. Nah sebagai timbal baliknya, kemudian tokoh nasional Turki akan menjadi nama jalan di Jakarta. Nama tokoh itu belum secara resmi diputuskan oleh pemerintah Presiden Recep Tayyip Erdogan, namun nama Ataturk telah ramai diperbincangkan di Jakarta.


Lalu, siapakah Mustafa Kemal Ataturk? Berikut penjelasan singkat mengenai Biografi Mustafa Kemal Ataturk berikut dengan kontroversinya.


Biodata Mustafa Kemal Ataturk

Nama Lengkap : Mustafa Kemal Atatürk
Nama Lain : Gazi Mustafa Kemal Pasha
Nama Panggilan : Atatürk
Tempat Lahir : Salonika, Kesultanan Utsmaniyah
Tanggal Lahir : Kamis, 19 Mei 1881
Tempat Meninggal : Istanbul, Turki
Tanggal Meninggal : Kamis, 10 November 1938
Agama : -
Kebangsaan : Turki
Meninggal di Usia : 57 Tahun
Profesi : Presiden Turki ke-1
Masa Jabatan : 29 Oktober 1923 – 10 November 1938
Partai Politik : Partai Rakyat Republik
Pasangan : Latife Hanım


Biografi Mustafa Kemal Ataturk

Informasi mengenai biografi ini dilansir dari BBC dan buku Pemikiran Politik Islam karya Dr Muhammad Iqbal. Mustafa Kemal Ataturk adalah tokoh Turki yang dikenal sebagai pelopor sekulerisasi di dunia Islam. Ia dilahirkan di Salonika (saat ini Yunani) pada 1881. Tepatnya saat berada di bawah kekuasaan Kekaisaran Ottoman.


Ataturk dibesarkan dalam keluarga yang dekat dengan nilai-nilai religius. Ayahnya sempat menjadi seorang pejabat dan kemudian berprofesi sebagai pedagang kayu.


Menginjak remaja, usia ke-12, Ataturk menempuh pendidikan militer dan berlanjut belajar di akademi militer di Istanbul hingga lulus pada tahun 1905. Pendidikan militernya tersebut yang membentuk pemikiran Ataturk dewasa saat itu.


Semasa hidupnya, ia menjabat sebagai Komandan Gerakan Nasional Turki saat perang dunia I. Sebab itu, ia berhasil merebut kemerdekaan Turki dan menjatuhkan pemerintahan Ottoman.


Usai mendapatkan kemerdekaan tersebut, ia memimpin pemerintahan Turki. Kebijakan dari Kekaisaran Islam Ottoman diubah menjadi lebih moderat, misalnya mengizinkan wanita masuk dalam parlemen hingga membuka sekolah campur pria dan wanita.


Nama Ataturk yang disematkan padanya merupakan gelar pemberian negara pada tahun 1934. Nama tersebut mengandung arti Bapak Bangsa Turki. Pada 10 November 1938, Ataturk menghembuskan napas terakhirnya di usia yang ke-57 tahun karena penyakit ginjal.


Kontroversi Islam Mustafa Kemal Ataturk

Meski dikenal sebagai Bapak Turki yang berjasa melahirkan Turki sebagai negara modern, Ataturk juga mendapat kecaman sebagai pelopor sekulerisme di dunia Islam.


Salah satu kontroversi yang terkenal darinya adalah pengubahan Hagia Sophia menjadi sebuah museum. Mulanya, setelah Konstatinopel jatuh, Hagia Sophia difungsikan sebagai masjid oleh Kekaisaran Ottoman.


Namun, Kekaisaran Ottoman tumbang pada Perang Dunia I. Hal ini membuat Ataturk sebagai pemerintah sekuler baru Turki mengambil alih kekuasaan. Ia memutuskan mengubah bangunan itu menjadi museum dan membukanya untuk turis.


Load comments
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia