Biodata dan Profil Aldi Taher

Biodata dan Profil Aldi Taher


Sosok Aldi Taher akhir-akhir ini memang kerap menjadi bahan perbincangan. Tak sedikit kontroversi yang ia buat. Berikut Biodata dan Profil Aldi Taher yang telah dirangkum dari berbagai sumber.



Aldi Taher atau pemilik nama asli Rahmat Aldiansyah ini diketahui merupakan pria yang lahir pada 25 Oktober 1983 di Jayapura.


Ia diketahui baru melepas masa dudanya dengan menikahi seorang gadis bernama Salsabillih.


Penasaran dengan sosoknya? Simak yuk biodata lengkap Aldi Taher, yang sudah dihimpun untuk kalian.


Biodata dan Profil Aldi Taher


Nama Lengkap : Rahmat Aldiansyah
Nama Lain : Aldi Taher
Tempat Lahir : Jayapura, Indonesia
Tanggal Lahir : Selasa, 25 Oktober 1983
Agama : Islam
Profesi : Aktor, Presenter, Penyanyi, Pelawak
Tahun Aktif : 2001 - Sekarang
Status : Menikah
Pasangan : - Dewi Persik (2008 - 2009)
- Georgia Aisyah (2014 - 2018)
- Salsabilih (2020 - Sekarang)
Anak : - Geraldine Nur Ardiansyah
- Geraldi Muhammad Aldiansyah
Ayah : Ramlis Saputra Sidi Rusli Taher
Ibu : -Rosita Bagindo Oedin
Sosial Media : Instagram : @alditaher.official


Awal Karir Aldi Taher

Aldi Taher mengawali karirnya dengan menjadi seorang model majalah Aneka Yess! pada 2001 dan membintangi beberapa judul video klip dari grup musik Ada Band dengan judul Manusia Bodoh. Ia pun mulai dikenal dan terjun ke dunia akting dan berhasil membintangi beberapa judul film dan sinetron.


Kehidupan pribadi

Alumni lulusan Universitas Jayabaya

Tidak banyak yang tahu nih kalau Aldi Taher ini memiliki gelar Sarjana Ekonomi dengan jurusan Akuntansi di Universitas Jayabaya dan merupakan putra ketiga di antara enam bersaudara dari pasangan yang berdarah Minangkabau, yakni Ramlis Saputra Sidi Rusli Taher dan Rosita Bagindo Oedin, sehingga ia merupakan cucu dari pendiri Universitas Jayabaya, yakni Moeslim Taher.


Sudah tiga kali menikah

Diketahui artis yang tengah berhijrah ini sudah dua kali menduda lho. Ia kini juga sudah menikah selama 3 kali. Pernikahan pertamanya bersama Dewi Persik gagal, kemudian pernikahan keduanya dengan Georgia Aisyah juga harus berakhir. Kini dirinya sudah menikah kembali dengan Salsabillih.


Pernah menderita penyakit kanker getah bening

Aldi Taher juga diketahui pernah menderita penyakit getah bening sejak Oktober 2016 dan berhasil sembuh pada April 2017.


Artis yang tengah berhijrah

Aldi Taher tidak malu menunjukkan keseriusannya untuk berhijrah gaes. Hal ini terlihat dari unggahannya di Instagram yang membagikan kesehariannya saat tengah membaca Al-Quran.


Film yang pernah dibintangi Aldi Taher

  • Terowongan Casablanca sebagai Timbo pada tahun 2007
  • Leak sebagai Aldi pada tahun 2007
  • Tiren: Mati Kemaren sebagai Reno pada tahun 2007
  • Pocong vs Kuntilanak sebagai Aksha pada tahun 2007
  • Kemasukan Setan sebagai Eddy Arwana pada tahun 2013
  • Boneka Setan sebagai Dimas pada tahun 2014
  • Bisikan Jenazah pada tahun 2021
  • Twivortiare 2 pada tahun 2021
  • Surga yang Tak Dirindukan 4 pada tahun 2021
  • Rudy Habibie 2 pada tahun 2021
  • Cinta antara Praha dan Bandung pada tahun 2021
  • Rasuk 3 pada tahun 2021
  • Matt & Mou 2 pada tahun 2021
  • Insya Allah Sah 3 pada tahun 2021
  • Asih 3 pada tahun 2021


FTV yang pernah dibintangi Aldi Taher

  • Cermin Kehidupan: Kapan Nikah? (2016)
  • Kisah Nyata: Istri Membuat Suami Berdosa (2018)
  • Kisah Nyata: Sudah Jadi Nyonya, Aku Masih Dianggap Pembantu (2019)
  • Pintu Berkah: Doa Anak Sekolah Pembuka Pintu Rezeki Sang Ayah (2019)
  • Kisah Nyata: Mantan Pacar Suamiku Ternyata Sahabatku Sendiri (2019)
  • Kisah Nyata: Suami Jago Pencitraan, Rumah Tangga Berantakan (2020)


Sumber

https://id.wikipedia.org/wiki/Aldiansyah_Taher

https://kuyou.id/homepage/read/15607/biodata-aldi-taher-lengkap-umur-dan-agama-artis-hijrah-disorot

Biodata dan Profil Bang Sapri, beserta Fakta Kematiannya

Biodata dan Profil Bang Sapri, beserta Fakta Kematiannya


Ini dia Biodata dan profil bang Sapri beserta Faktanya yang dikabarkan meninggal dunia pada Senin, 10 Mei 2021 pasca kritis di ruang ICU Rumah Sakit Sari Asih, Ciledug, Tangerang.


Sapri adalah seorang komedian yang sudah lalu lalang di stasiun televisi. Sapri cukup dikenal lewat pantun-pantunnya yang terkadang membuat gelak tawa pemirsa


Sapri meninggal dunia setelah berjuang melawan penyakit diabetes yang dideritanya. Berikut Biodata dan Profil Sapri berserta Fakta meninggalnya Sapri yang sudah berhasil dikumpulkan dari berbagai sumber.


Biodata dan Profil Bang Sapri


Nama Lengkap : Sapri
Nama Lain : Sapri Pesbukers, Sapri Pantun, Bang Sapri
Tempat Lahir : Bogor, Indonesia
Tanggal Lahir : Jumat, 10 Maret 1972
Tanggal Meninggal : Senin, 10 Mei 2021 (49 Tahun)
Agama : Islam
Profesi : Pelawak, Pengusaha
Tahun Aktif : 2011 - 2021
Status : Menikah
Pasangan : -
Anak : -
Ayah : -
Ibu : -
Sosial Media : Instagram : @sapri_pantun


Fakta Meninggalnya Bang Sapri

Sapri Dilarikan ke Rumah Sakit Pasca Gula Darahnya Tinggi

Sebelum meninggal Sapri sempat dilarikan ke rumah sakit pada Selasa, 4 April 2021 dan sudah mulai membaik.


Kondisi Sapri Memburuk dan Tak Sadarkan Diri

karena gula darahnya yang sangat tinggi mencapai 1100. Komedian ini kembali memburuk dan tak sadarkan diri. Sapri memang memiliki riwayat penyakit diabetes. Gula darah yang sangat tinggi juga membuat penggumpalan darah di otaknya.


Adik Sapri, Dolly Sampaikan Berita Duka

Dolly menyampaikan kabar duka meninggalnya Sapri melalui kanal Instagramnya

"Innalillahi wa innailaihi rajiun, Sapri Bin Ahli," tulis Dolly.


Kepastian penyebab meninggalnya Sapri belum disampaikan secara resmi oleh pihak keluarga, segenap redaksi Riwayatmu.com menyampaikan belasungkawa kepada keluarga yang ditinggalkan.

Biodata Adul Lengkap

Biodata Adul Lengkap


Abdul Latief atau yang lebih dikenal sebagai Adul (lahir di Jakarta, Indonesia, 8 Juli 1983) adalah aktor dan komedian berkebangsaan Indonesia. Adul yang bertinggi badan 125 cm ini dikenal luas sebagai presenter televisi acara Belum Cukup Gede dan sebelumnya telah dikenal melalui acara komedi Ngelenong Nyok. Anak keempat dari enam bersaudara ini memulai karier dalam dunia peran dengan menjadi aktor utama dalam film indie EL Meler yang di sutradarai oleh Dennis Adhiswara.

Sejarah Singkat Terbentuknya Warkop DKI

Sejarah Singkat Terbentuknya Warkop DKI


Sejarah terbentuknya Warkop DKI atau Warkop Prambors, yang juga dikenal dengan Trio DKI ialah grup lawak, awalnya dibentuk oleh Nanu, Rudy Badil, Dono, Kasino (mahasiswa UI, Jakarta) dan Indro (mahasiswa Univ. Pancasila, Jakarta). Awal kesuksesan mereka dimulai dari Obrolan Santai di Warung Kopi yg merupakan acara lawakan di Radio Prambors setiap Jumat 20.30 sampai 21.15.

Biografi Indro Warkop DKI

Biografi Indro Warkop DKI


Drs. H. Indrodjojo Kusumonegoro atau yang akrab disapa sebagai Indro Warkop dilahirkan di Purbalingga, Jawa Tengah, pada tanggal 8 Mei 1958, Ia merupakan personil grup lawak legendaris di Indonesia yaitu Warkop DKI yang masih hidup sampai sekarang setelah kepergian Dono dan Kasino yang telah wafat. Pendidikan terakhirnya adalah sarjana ekonomi di Universitas Pancasila, Jakarta. 

Biografi Kasino Warkop DKI

Biografi Kasino Warkop DKI


Nama asli beliau adalah Drs. Kasino Hadiwibowo atau biasa dikenal sebagai Kasino Warkop DKI, Ia merupakan salah satu personil grup lawak legendaris Indonesia yaitu Warkop DKI bersama Dono Warkop DKI dan Indro Warkop DKI. Kasino dilahirkan di Gombong, Kebumen, Jawa Tengah, pada tanggal 15 September 1950.

Biografi Dono Warkop DKI

Biografi Dono Warkop DKI



Biodata Dono Warkop DKI

Nama Lengkap : Drs. H. Wahyu Sardono, M.S.
Nama Panggilan : Dono Warkop
Tempat Lahir : Delanggu, Klaten, Indonesia
Tanggal Lahir : Minggu, 30 September 1951
Profesi : Aktor, Pelawak, Dosen sosiologi fakultas ilmu sosial Universitas Indonesia
Periode Aktif : 1978 - 2001
Zodiac : Libra
Ayah : Tjitro Soedijono
Ibu : Soenarmi
Pasangan : Titi Kusumawardhani
Anak : Andika Aria Sena,
Damar Canggih Wicaksono,
Satrio Sarwo Trengginas
Meninggal : Jakarta, 30 Desember 2001 (umur 50)


Biografi Singkat

Bernama lengkap Drs. H. Wahyu Sardono atau di kenal sebagai Dono Warkop, ia dilahirkan di Delanggu, Klaten, Jawa Tengah, 30 September 1951, Ia merupakan anak keempat dari tujuh orang bersaudara. Ia dikenal sebagai Pelawak dari grup komedi Warkop DKI bersama Kasino dan Indro.


Semasa kecil Dono warkop mengenyam pendidikan di SD Negeri 1 kebon dalem kemudian setelah lulus SD ia masuk di SMP negeri 1 Kebon Dalem, 3 tahun pendidikannya di SMP kebon Dalem ia kemudian melanjutkan pendidikannya di SMA negeri 3 Surakarta dengan mengambil jurusan Ilmu Sosial (IPS), Karena lokasinya yang cukup jauh dari klaten sekitar puluhan kilometer ke sekolahnya ia harus naik sepeda, di SMA ia juga aktif dalam organisasi sekolah, terbukti bahwa ia berhasil menjadi ketua OSS di sekolahnya tersebut. Selepas luluas SMA dar SMA negeri 3 Surakarta, Dono wakop pun berangkat ke Jakarta untuk melanjutkan pendidikannya di Perguruan Tinggi di Jakarta, Ia mengambil Jurusan Ilmu Sosiologi di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, Dono warkop juga aktif dalam organisasi kemahasiswaan seperti Mapala UI.


Setelah lulus dari kampusnya ia juga dipercaya sebagai Asisten Dosen jurusan Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Indonesia, di Universitas yang sama Dono juga menjadi Dosen Sosiologi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik. Diluar aktivitas kampusnya, Dono warkop juga menjadi penyiar Radio Prambors, dari sinilah yang cikal bakal terbentuknya grup lawak fenomenal “Warkop DKI” yang awalnya bernama Warkop Prambors.


Grup lawak ini awalnya dibentuk oleh Nanu (Nanu Mulyono), Rudy (Rudy Badil), Dono (Wahjoe Sardono), Kasino (Kasino Hadiwibowo) dan Indro (Indrodjojo Kusumonegoro), yang kemudian terkenal menjadi Warkop DKI yang digawangi oleh Dono, Kasino dan Indro. Nanu, Rudy, Dono dan Kasino adalah mahasiswa Universitas Indonesia (UI), Jakarta sedangkan Indro kuliah di Universitas Pancasila, Jakarta.


Mereka pertama kali meraih kesuksesan lewat acara Obrolan Santai di Warung Kopi yang merupakan garapan dari Temmy Lesanpura, Kepala Bagian Programming Radio Prambors. Acara lawakan setiap Jumat malam antara pukul 20.30 hingga pukul 21.15, disiarkan oleh radio Prambors yang bermarkas di kawasan Mendut, Prambanan, Borobudur, alias Menteng Pinggir. Ide awal obrolan Warkop Prambors berawal dari dedengkot radio Prambors, Temmy Lesanpura.


Radio Prambors meminta Hariman Siregar, dedengkot mahasiswa UI untuk mengisi acara di Prambors. Hariman pun menunjuk Kasino dan Nanu, sang pelawak di kalangan kampus UI untuk mengisi acara ini. Ide ini pun segera didukung oleh Kasino, Nanu, dan Rudy Badil, lalu disusul oleh Dono dan Indro. Rudy yang semula ikut Warkop saat masih siaran radio, tak berani ikut Warkop dalam melakukan lawakan panggung, karena demam panggung (stage fright).


Dono pun awalnya saat manggung beberapa menit pertama mojok dulu, karena masih malu dan takut. Setelah beberapa menit, barulah Dono mulai ikut berpartisipasi dan mulai kerasan, hingga akhirnya terus menggila hingga akhir durasi lawakan. Indro adalah anggota termuda, saat anggota Warkop yang lain sudah menduduki bangku kuliah, Indro masih pelajar SMA.


Pertama kali Warkop muncul di pesta perpisahan (kalau sekarang prom nite) SMA IX yang diadakan di Hotel Indonesia. Semua personel gemetar, alias demam panggung, dan hasilnya hanya bisa dibilang lumayan saja, tidak terlalu sukses. Namun peristiwa pada tahun 1976 itulah pertama kali Warkop menerima honor yang berupa uang transport sebesar Rp20.000.


Uang itu dirasakan para personel Warkop besar sekali, namun akhirnya habis untuk menraktir makan teman-teman mereka. Berikutnya mereka manggung di Tropicana. Sebelum naik panggung, kembali seluruh personel komat-kamit dan panas dingin, tapi ternyata hasilnya kembali lumayan.


Baru pada acara Terminal Musikal (asuhan Mus Mualim), grup Warkop Prambors baru benar-benar lahir sebagai bintang baru dalam dunia lawak Indonesia. Acara Terminal Musikal sendiri tak hanya melahirkan Warkop tetapi juga membantu memperkenalkan grup PSP (Pancaran Sinar Petromaks), yang bertetangga dengan Warkop. Sejak itulah honor mereka mulai meroket, sekitar Rp 1.000.000 per pertunjukan atau dibagi empat orang, setiap personel mendapat no pek go ceng (Rp 250.000).


Mereka juga jadi dikenal lewat nama Dono-Kasino-Indro atau DKI (yang merupakan pelesetan dari singkatan Daerah Khusus Ibukota). Ini karena nama mereka sebelumnya Warkop Prambors memiliki konsekuensi tersendiri. Selama mereka memakai nama Warkop Prambors, maka mereka harus mengirim royalti kepada Radio Prambors sebagai pemilik nama Prambors.


Maka itu kemudian mereka mengganti nama menjadi Warkop DKI, untuk menghentikan praktik upeti itu. Setelah puas manggung dan mengobrol di udara, Warkop mulai membuat film-film komedi yang selalu laris ditonton oleh masyarakat.


Dari filmlah para personel Warkop mulai meraup kekayaan berlimpah. Dengan honor Rp 15.000.000 per satu film untuk satu grup, maka mereka pun kebanjiran uang, karena tiap tahun mereka membintangi minimal 2 judul film pada dekade 1980 dan 1990-an yang pada masa itu selalu diputar sebagai film menyambut Tahun Baru Masehi dan menyambut Hari Raya Idul Fitri di hampir semua bioskop utama di seluruh Indonesia.


Dari semua personel Warkop, mungkin Dono lah yang paling intelek, walau ini agak bertolak belakang dari profil wajahnya yang ‘ndeso’ itu. Dono bahkan Dono warkop juga kerap menjadi pembawa acara pada acara kampus atau acara perkawinan rekan kampusnya. Kasino juga lulus dari FISIP. Selain melawak, mereka juga sempat berkecimpung di dunia pencinta alam. Hingga akhir hayatnya Nanu, Dono, dan Kasino tercatat sebagai anggota pencinta alam Mapala UI.


Dono warkop menikah dengan Titi Kusumawardhani, dari perkawinannya ini Dono warkop dikaruniai tiga orang anak yang bernama Andika Aria Sena, Damar Canggih Wicaksono dan Satrio Sarwo Trengginas. Dono warkop sendiri telah membintai puluhan judul film komedi yang membawa namanya melambung bersama personil Warkop DKI yang lainnya di jagat hiburan Indonesia di tahun 90-an.


Dunia Lawak Tanah Air kembali berduka ketika pada tanggal 30 Desember 2001 Dono warkop menghembuskan nafas terakhirnya di Rumah sakit Rumah Sakit Santo Carolus, Jakarta Pusat, sekitar pukul 01.00 WIB setelah sebelumnya ditinggal pergi oleh personil Warkop DKi yang lainnya Kasino yang meninggal di tahun 1997.


Almarhum Dono warkop meninggal dunia akibat penyakit tumor di bagian bokong dan sudah menjalar menjadi kanker paru-paru stadium akhir, dan menyerang lever, Dono warkop meninggal dengan tenang, disamping sahabatnya, Indrojoyo Kusumonegoro. Ia dimakamkan di Taman Pemakaman Umum Tanah Kusir, Jakarta Selatan.


Prosesi pemakaman pelawak senior anggota Warkop DKI ini memang benar-benar mengharukan. Ribuan pelayat turut meneteskan air matanya karena tidak kuat menahan kesedihan melihat kepergiannya. Kini Personil Warkop DKI hanya tinggal Indro DKI.



Referensi : Wikipedia, Biografiku