Sejarah Bambu Runcing, Senjata Andalan Indonesia dalam melawan para penjajah
Info Menarik SejarahBambu runcing adalah sebuah senjata yang terbuat dari bahan baku bambu yang diruncingkan. Senjata ini dahulu konon digunakan oleh bangsa Indonesia sebagai alat perlawanan melawan penjajahan kolonialis Belanda.
Pada saat ini lambang bambu runcing banyak digunakan oleh berbagai daerah di Indonesia untuk melambangkan keberanian dan pengorbanan dalam meraih kemerdekaan.
Salah satu tokohnya yaitu K.H. Subchi dari Parakan, Temanggung yang dikenal dengan gelar Jenderal Bambu Runcing. Ia sebagai penasehat BMT (Barisan Muslimin Temanggung) yang kemudian dikenal menjadi Barisan Bambu Runcing.
Pada masa penjajahan kita kerap kali mendengar Bambu Runcing sebagai senjata yang di gunakan untuk mengalahkan penjajah. Tapi apakah kalian sudah tahu bagaimana senjata dari bambu itu bermula? Yuk, kita simak penjelasan mengenai sejarah bamboo runcing yang di kutip dari beberapa sumber berikut:
Sejarah Bambu Runcing
Pada masa sebelum kemerdekaan di Parakan, Temanggung, sangat memprihatinkan bagi rakyat. Hal ini karena kondisi tanam paksa, maupun sistem kerja paksa. Bahkan ketika Jepang menduduki jawa, rakyat Temanggung juga menangungg beban yang sulit. Kewajiban Romusha menjadi beban yang membuat warga terlantar, hidup sengsara, lahan pertanian terbengkalai, mereka hanya berpakaian karung goni, sebagian besar warga juga menderita busung lapar karena sulitnya memperoleh makanan.
Ketika pemerintah Hindia Belanda berusaha menggunakan strategi pemisah wilayah, berupa garis demarkasi Van Mook, pada saat itulah warga Temanggung bergerak dengan membentuk Barisan Muslimin Temanggung (BMT) tepatnya pada tanggal 30 Oktober 1945 di Masjid Kauman Parakan. Orasi warga untuk melawan penjajah semakin gencar setelah adanya BMT. Dukungan para kiyai terutama Kiyai Subchi Parakan, membuat santri yang tergabung dalam barisan ini menjadi bertambah. Beliau juga menjadi penasihat BMT yang kemudian dikenal menjadi Barisan Bambu Runcing.
Kiyai Subchi sendiri memiliki banyak julukan, mulai dari Kiyai Bambu Runcing, Jendral Bambu Runcing hingga Sang Penggerak. Beliau juga merupakan anak dari salah satu ulama terkenal yakni Kiyai Wahab dan salah satu guru dari Jendran Soedirman. Selain itu juga ada K.H.R Sumo Gunardo, K.H. M Ali (pengasuh pesantren tertua di parakan), K.H. Abdurrahman, K.H. Nawawi, K.H Istakhori, K.H. Mandzur dan berbagai kiyai NU di Temanggung.
Saat terjadi penyerangan di Parakan, semua pejuang berkumpul pada Kiyai Subchi untuk meminta do’a. Selain itu juga Beliau memerintah para santri untuk membuat senjata bambu runcing, rupanya kepamoran senjata ini tersebar kemana-mana. Berkat senjata ini pula banyak peperangan yang di menangkan oleh pejuang Indonesia. Para pejuang dan santri di daerah lain juga ikut menggunakan bambu runcing sebagai senjata utamanya. Senjata Bambu Runcing digunakan sebagai alat perjuangan sendiri berawal dari ketiadaan dan kekurangan peralatan perang yang tersedia, sementara perjuangan tetap harus di lanjutkan terutama setelah Indonesia merdeka.
Konon katanya muncul semangat dan moral yang kuat pada para pejuang untuk mengalahkan para penjajah setelah bambu itu di doakan para Kiyai, itulah yang menjadi kunci kesaktian bambu runcing dan membuat para pejuang pada masa itu selalu menang dalam peperangan.
Bagi para penjajah sendiri, di bunuh dengan serdadu bambu runcing lebih menakutkan daripada pasukan dengan bersenjata api atau senjata lainya. Karena jika di bunuh dengan Bambu Runcing itu akan lebih menyiksa, menimbulkan kematian yang sengsara. Mulai dari infeksi hingga luka yang tak kunjung sembuh.
Selain itu musuh tidak akan tahu darimana serangan berasal jika menggunakan Bambu Runcing, tidak seperti serangan dari senjata api. Oleh karena itu bambu runcing sering kali di anggap pembunuh dalam keheningan.
Perjuangan bersenjata yang melibatkan senjata Bambu Runcing dalam kemerdekaan sangat jelas dan nyata di rasa oleh rakyat. Bahkan setelah proklamasi kemerdekaan dengan musuh utama Jepang, Belanda, dan Sekutu, dimana rakyat belum ada senjata maka bambu runcinglah yang menjadi senjatanya.
Sejarah dan Perkembangan Coca Cola
Info Menarik SejarahCoca-Cola adalah minuman ringan berkarbonasi yang dijual di toko, restoran dan mesin penjual di lebih dari 200 negara. Minuman ini diproduksi oleh The Coca-Cola Company asal Atlanta, Georgia, dan sering disebut Coke saja (merek dagang terdaftar The Coca-Cola Company di Amerika Serikat sejak 27 Maret 1944). Awalnya dibuat sebagai obat paten saat ditemukan pada akhir abad ke-19 oleh John Pemberton, Coca-Cola akhirnya dibeli oleh pebisnis Asa Griggs Candler yang taktik pemasarannya berhasil membuat Coke mendominasi pasar minuman ringan dunia sepanjang abad ke-20.
Perusahaan ini memproduksi konsentrat yang kemudian dijual ke pabrik Coca-Cola berlisensi di seluruh dunia. Pabrik botol yang memegang kontrak ekskulsif dengan perusahaan ini memproduksi produk akhir dalam bentuk kaleng dan botol dari konsentrat tersebut, dicampur dengan air yang telah disaring dan pemanis. Pabrik-pabrik tersebut kemudian menjual, mendistribusikan, dan memasarkan Coca-Cola ke toko-toko eceran dan mesin penjaja. Coca-Cola Enterprises adalah contoh pabrik Coca-Cola, yang merupakan pabrik Coca-Cola terbesar di Amerika Utara dan Eropa Barat. The Coca-Cola Company juga menjual konsentrat untuk air mancur soda di sejumlah restoran besar dan distributor jasa makanan.
The Coca-Cola Company juga pernah mengeluarkan minuman cola lain dengan merek Coke, yang paling umum adalah Diet Coke, kemudian Caffeine-Free Coca-Cola, Diet Coke Caffeine-Free, Coca-Cola Cherry, Coca-Cola Zero Sugar, Coca-Cola Vanilla, dan beberapa versi khusus berperisa lemon, jeruk nipis atau kopi.
Menurut Interbrand pada tahun 2011, Coca-Cola adalah merek termahal di dunia.
Sejarah Coca-Cola
Coca-Cola pertama kali diperkenalkan pada tanggal 8 Mei 1886 oleh John Styth Pemberton, seorang ahli farmasi dari Atlanta, Georgia, Amerika Serikat. Dialah yang pertama kali mencampur sirup karamel yang kemudian dikenal sebagai Coca-Cola. Frank M. Robinson, sahabat sekaligus akuntan John, menyarankan nama Coca-Cola karena berpendapat bahwa dua huruf C akan tampak menonjol untuk periklanan. Kemudian, ia menciptakan nama dengan huruf-huruf miring mengalir, Spencer, dan lahirlah logo paling terkenal di dunia yang sering kita lihat sekarang.
Chandler piawai dalam menciptakan perhatian konsumen dengan cara membuat berbagai macam benda-benda cenderamata berlogo Coca-Cola. Benda-benda tersebut kemudian dibagi-bagi di lokasi-lokasi penjualan penting yang berkesinambungan. Gaya periklanan yang inovatif, seperti desain warna-warni untuk bus, lampu gantung hias dari kaca, serta serangkaian cenderamata seperti kipas, tanggalan dan jam dipakai untuk memasyarakatkan nama Coca-Cola dan mendorong penjualan.
Upaya mengiklankan merek Coca-Cola ini pada mulanya tidak mendorong penggunaan kata Coke, bahkan konsumen dianjurkan untuk membeli Coca-Cola dengan kata-kata berikut: "Mintalah Coca-Cola sesuai namanya secara lengkap; nama sebutan hanya akan mendorong penggantian produk dengan kata lain". Tetapi konsumen tetap saja menghendaki Coke, dan akhirnya pada tahun 1941, perusahaan mengikuti selera popular pasar. Tahun itu juga, nama dagang Coke memperoleh pengakuan periklanan yang sama dengan Coca-Cola, dan pada tahun 1945, Coke resmi menjadi merek dagang terdaftar.
Jenis-jenis Coca-Cola di Indonesia
Di Indonesia, Coca-Cola diproduksi oleh PT. Coca-Cola Bottling Indonesia, Bekasi 17520-Indonesia, terdapat tiga versi, yaitu:
- Coca-Cola Original Taste, minuman berkarbonasi rasa kola
- Coca-Cola Light Taste (Bebas Gula, Bebas Kalori)
- Coca-Cola Zero Sugar (Bebas Gula)
Saham Coca-Cola Anjlok
Aksi bintang sepak bola Cristiano Ronaldo baru-baru ini membuat perusahaan minuman soda, Coca-Cola kehilangan nilai pasar 4 miliar dollar AS atau Rp 56,8 triliun (Kurs Rp 14.200 per dollar AS). Hal ini terjadi setelah Ronaldo menggeser botol dua botol Coca-Cola pada konferensi pers jelang pertandingan Euro 2020 Senin (13/6/2021). Akibat aksi tersebut saham Coca-cola anjlok di bursa New York. Melansir The Sun, harga saham Coca-cola Amatil Ltd turun dari 56,10 dollar AS menjadi 55,2 dollar AS per saham.
Cristiano Ronaldo was angry because they put Coca Cola in front of him at the Portugal press conference, instead of water! 😂
— FutbolBible (@FutbolBible) June 14, 2021
He moved them and said "Drink water" 😆pic.twitter.com/U1aJg9PcXq
Ronaldo memang dikenal sebagai pesepakbola yang menjaga betul kesehatan. Termasuk menolak minum soda dan alkohol. Ronaldo bahkan kesal saat anaknya, Cristiano Jr, kebanyakan makan keripik dan coca-cola.
Sejarah Berdirinya Giant, Raksasa Retail yang akan Menutup Semua Gerainya Juli 2021
Sejarah Sejarah PerusahaanKabar kurang mengenakan datang dari salah satu retail terbesar di Indonesia, kabarnya PT Hero Supermarket Tbk (HERO), memutuskan untuk menutup semua gerai Giant yang ada di seluruh Indonesia mulai akhir Juli 2021.
Bagi kalian yang penasaran dengan sejarah supermarket Giant, yuk simak sejarah berdirinya Giant berikut ini.
Melansir Kompas.id, Selasa (25/5/2021) Presiden Direktur PT Hero Supermarket Tbk Patrik Lindvall menjelaskan, strategi bisnis ini bentuk adaptasi Hero Group terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah.
Sebelum menutup seluruh gerainya, seperti apa perjalanan Giant di Indonesia?
Sejarah Giant
Mengutip laman Giant, nama merek Giant berasal dari Malaysia. Kisah Giant dimulai pada tahun 1944 ketika toko pertama keluarga Teng Meng Chun ini dibuka di Sentul Pasar, Malaysia dan diperluas dengan pembukaan Pusat Minimarket Teng di Bangsar pada tahun 1974.
Selanjutnya Giant dikembangkan tak hanya di Malaysia tapi juga Singapura dan Indonesia. Melansir laman Hero Group, Giant di Indonesia dibesarkan oleh perusahaan Hero Group. Awalnya bisnis yang dibangun MS Kurnia adalah minimarket.
Hero Supermarket melebarkan sayapnya dan berubah menjadi Giant untuk segmen hypermarket. Giant Hypermarket pertama dibuka di Indonesia pada 2002, berlokasi di Villa Melati Tangerang.
Sebagai tambahan untuk kekuatan di segmen ritel, saham Hero Group menjadi lebih besar dengan adanya Giant sebagai hypermarket internasional.
Segmentasi
Segmentasi Giant adalah para pelanggan yang menginginkan belanja dengan harga yang hemat, sehingga hal itu diyakini tidak mengganggu jalannya Hero Supermarket.
PT Hero Supermarket Tbk mempekerjakan lebih dari 13.700 orang dan melayani pelanggan di 558 gerai. Terhitung dari 30 Juni 2012, perusahaan ini telah mengoperasikan 43 gerai Giant Hypermarket, 130 gerai Hero & Giant supermarket, 241 gerai kesehatan dan kecantikan Guardian dan 144 gerai Starmart.
Mulai tahun 2013, bisnis Giant mengalami perubahan identitas. Giant Hypermarket menjadi Giant Extra, sedangkan Giant Supermarket menjadi Giant Express. Perubahan itu juga diikuti dengan perubahan konsep dan pembedaan yang jelas antara kedua format tersebut.
Giant Ekstra menjadi pemimpin pasar dalam harga murah dengan produk yang lengkap untuk kebutuhan bulanan konsumen. Sedangkan Giant Ekspres menjadi pemimpin pasar dalam harga murah dengan pelayanan cepat untuk melayani kebutuhan mingguan konsumen.
Persaingan dan pola belanja konsumen
Dikutip dari Kompas.com (25/6/2019), sepanjang 2018, PT Hero Supermarket Tbk (HERO) telah menutup 26 gerai. Kemudian pada 28 Juli 2019 Hero menutup kembali enam gerai dengan brand Giant yakni Giant Express Pondok Timur, Giant Express Cinere Mall, Giant Express Mampang, Giant Extra Jatimakmur, Giant Extra Mitra 10 Cibubur, dan Giant Extra Wisma Asri.
Direktur HERO Hadrianus Wahyu Trikusumo saat itu membenarkan informasi akan ditutupnya enam gerai Giant pada 28 Juli 2019. “Ritel makanan di Indonesia mengalami peningkatan persaingan dalam beberapa tahun terakhir karena perubahan pola belanja konsumen,” katanya kepada Kontan.co.id melalui surat elektronik pada Selasa (25/6/2019).
Hadrianus mengatakan, pihaknya perlu melakukan adaptasi agar bisa bersaing secara efektif dengan menerapkan program multi-year transformation. Strateginya, HERO perlu mengubah dan menyegarkan kembali penawaran untuk pelanggannya. Sampai 31 Mei 2019, HERO memiliki 125 gerai Giant. Artinya pada 28 Juli 2019 jika tidak ada penambahan gerai lainnya, total gerai Giant bakal berkurang menjadi 119 gerai.
Perubahan gerai Giant
Terbaru, pihak perusahaan berencana mengubah sejumlah gerai Giant dan beralih ke merek dagang IKEA, Guardian, dan Hero Supermarket. Presiden Direktur HERO Patrik Lindvall menjelaskan, perusahaan akan mengubah hingga lima gerai Giant menjadi IKEA, yang diharapkan dapat menambah aksesibilitas bagi pelanggan. Kemudian, gerai Giant lainnya akan ditutup pada akhir Juli 2021.
![]() |
| sumber gambar : Kompas.com |
Hingga kini, negosiasi terkait potensi pengalihan kepemilikan sejumlah gerai Giant kepada pihak ketiga masih berlangsung. Selain itu, Hero Group juga mempertimbangkan untuk mengubah sejumlah gerai Giant menjadi gerai Hero Supermarket. "Seperti bisnis mumpuni lainnya, kami terus beradaptasi terhadap dinamika pasar dan tren pelanggan yang terus berubah, termasuk menurunnya popularitas format Hypermarket dalam beberapa tahun terakhir di Indonesia. Sebuah tren yang juga terlihat di pasar global," ujar Patrik melalui keterangan tertulis, dikutip dari Kompas.com Selasa (25/5/2021).
Sumber : kompas.com
Sejarah Kemiripan Bendera Monaco, Indonesia dan Polandia
SejarahBendera nasional merupakan lambang kebanggaan suatu Negara. Mempermainkan bendera sama saja dengan menghina lambang Negara dan Negara itu sendiri. Dalam beberapa tahun terakhir, Negara kita dihebohkan dengan insiden bendera Indonesia yang terbalik pada pagelaran SEA Games 2017 di Kuala Lumpur dan juga tersiar kabar bahwa bendera yang digunakan oleh Lalu Muhammad Zohri, pemenang lari 100 m kejuaraan Dunia Atletik U-20 di Finlandia, merupakan bendera Negara Polandia.
Tak bisa dipungkiri, bendera nasional kita memang memiliki kemiripan dengan Negara Polandia, terlebih lagi dengan Negara Monako yang jika dilihat sekilas sama persis. Tapi tahukah kalian bahwa sesungguhnya bendera dari 3 Negara tersebut sebenarnya memiliki perbedaan, berikut kami sampaikan perbedaan dari 3 bendera tersebut.
Polandia
Polandia adalah salah satu negara yang menggunakan warna merah dan putih sebagai bendera negaranya. Bedanya, Bendera Polandia terdiri atas dua garis horizontal dengan lebar yang sama, bagian atas putih dan bagian bawah merah dengan rasio 5:8. Dua warna tersebut didefinisikan dalam konstitusi Polandia sebagai warna nasional.
Nah, bendera Polandia diresmikan sebagai warna nasional pada tahun 1831. Hal itu didasarkan atas tincture (warna) khas dari lambang dua negara konstituen Persemakmuran Polandia-Lituania, yaitu Elang Putih dari Polandia dan The Pursuer of Lituania, seorang ksatria berkulit putih yang menunggangi kuda putih lengkap dengan perisai merah.
Sebelum itu, tentara Polandia memakai kombinasi berbagai warna. Bendera nasional secara resmi diadopsi pada tahun 1919. Sejak tahun 2004, Polish Flag Day dirayakan pada tanggal 2 Mei.
Monaco
Negara selanjutnya yang menggunakan warna dasar merah dan putih pada bendera negaranya adalah Monako. Bendera nasional Monako terdiri atas dua strip horizontal yang sama, merah (atas) dan putih (bawah) Sama halnya dengan Indonesia. Perbedaannya terletak pada rasio ukurannya, yakni 4:5.
Warna Merah dan Putih sudah menjadi corak khas The House of Grimaldi paling tidak semenjak 1339, namun dengan desain yang berubah-ubah. Desain dua warna diadopsi pada tanggal 4 April 1881, di bawah pimpinan Pangeran Charles III.
Bendera nasional Monako ini bisa dibilang sama persis dengan warna bendera Indonesia. Bendera Monako yang asli (berbentuk sama dengan Bendera negara Monako tapi dengan gambar simbol negara versi sebelumnya di tengahnya) sudah digunakan sejak awal kerajaan ini berdiri, kecuali saat Monako di-aneksasi Perancis pada periode 1793-1814. Bentuknya kini yang lebih sederhana mulai digunakan sejak 4 April 1881. Hmm..Tapi lebih dulu mana ya dengan bendera Indonesia?
Indonesia
Kalau melihat sejarah dari kedua bendera di atas yang umurnya terbilang cukup tua, agak pesimis juga ya menyebut Indonesia sebagai pemilik warna merah putih pertama. Tapi untuk lebih jelasnya mari kita bahas sama-sama.
Bendera nasional Indonesia, yang dikenal sebagai Sang Saka Merah Putih ("Merah Putih") didasarkan pada bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 di Jawa Timur.
Bendera itu sendiri diperkenalkan dan dikibarkan secara resmi di hadapan dunia pada upacara Hari Kemerdekaan Indonesia, tanggal 17 Agustus 1945 yang dijahit oleh Fatmawati istri dari presiden pertama Indonesia. Desain bendera masih tetap sama sampai sekarang.
Warna merah putih berasal dari bendera Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 atau sekitar tahun 1293. Pasti udah pada tahu sama Majapahit kan? Majapahit pernah memiliki daerah kekuasaan sampai Afrika lho. Oia, lanjut, Kemudian, warna-warna itu dihidupkan kembali oleh para mahasiswa dan para nasionalis di awal abad 20 sebagai ekspresi nasionalisme melawan Belanda.
Ada juga cerita lain tentang bendera Indonesia, yang secara signifikan berhubungan dengan bendera Belanda. Bendera merah-putih dikibarkan untuk pertama kalinya di Jawa pada tahun 1928. Di bawah kolonialisme Belanda, setiap urusan menggunakan bendera Belanda (merah-putih-biru). Sedangkan bendera Indonesia dilarang berkibar. Sebagai simbol perlawanan terhadap Belanda, kaum nasionalis Indonesia dan gerakan kemerdekaan merobek bendera Belanda. Mereka merobek bagian bawah bendera, dan memisahkan warna merah dan putih dari warna biru. Alasan utamanya adalah karena biru pada bendera Belanda dipahami sebagai berdiri untuk aristokrasi "berdarah biru". Sebaliknya, warna merah mewakili darah yang tertumpah dalam Perang Kemerdekaan, sedangkan putih bisa dipahami untuk melambangkan kemurnian Indonesia.
Sistem ini diadopsi sebagai bendera nasional pada tanggal 17 Agustus 1945, ketika kemerdekaan diumumkan dan telah digunakan sejak saat itu. Nama resminya adalah Sang Dwiwarna atau Sang Saka Merah Putih sesuai dengan Pasal 35 UUD 1945. Bendera ini juga biasa disebut Bendera Merah Putih, Sang Dwiwarna, atau Sang Saka Merah Putih. Bendera Pusaka adalah bendera yang dikibarkan di depan rumah Soekarno beberapa saat setelah dia memproklamasikan kemerdekaan Indonesia pada tanggal 17 Agustus 1945. Bendera Pusaka ini adalah dijahit oleh Ibu Fatmawati Soekarno, dan dikibarkan setiap tahun di depan istana presiden pada saat upacara hari kemerdekaan. Namun, karena dianggap terlalu rapuh, Bendera Pusaka dikibarkan untuk yang terakhir kalinya pada 17 Agustus 1968.
Untuk Ukuran bendera telah dijelaskan dalam Undang-undang Dasar (UUD) 45, UU Nomor 24/2009, dan Peraturan Pemerintah Nomor 40/1958 tentang Bendera Kebangsaan Republik Indonesia. Rasio 2:3 digunakan khusus untuk penggunaan di lapangan Istana Kepresidenan.
Merah berarti keberanian, sedangkan putih berarti kemurnian. merah tersebut merupakan tubuh manusia atau kehidupan fisik, sedangkan putih melambangkan jiwa manusia atau kehidupan rohani. Bersama-sama mereka berdiri untuk melengkapi manusia.
Secara tradisional, sebagian besar masyarakat Indonesia telah menggunakan merah dan putih sebagai warna suci mereka, pencampuran warna gula (warna merah berasal dari gula kelapa atau Gula aren) dan beras (berwarna putih). Sampai hari ini, keduanya merupakan komponen utama masakan Indonesia setiap hari. Rupanya, penduduk Kerajaan Majapahit juga menggunakan konsep ini dan dirancang sebagai bendera merah dan putih.
KESIMPULANNYA :
- Polandia, menggunakan corak bendera putih-merah pada tahun 1831.
- Monaco, menggunakan corak bendera merah-putih pada tahun 1339 (itupun desainnya masih berubah-ubah).
- INDONESIA, menggunakan corak bendera MERAH PUTIH sejak jaman Kerajaan Majapahit berdiri tahun 1293
INDONESIA adalah yang PERTAMAX menggunakan bendera MERAH PUTIH dan tidak pernah mengalami perubahan desain bendera. Walaupun sering terjadi pergolakan di dalam negeri, perubahan sistem pemerintahan, penjajahan oleh kaum imperialisme, MERAH PUTIH akan tetap berkibar!! MERDEKA!!!!
Sejarah Baru Bank Syariah Indonesia, Jadi yang Terbesar di Indonesia
Sejarah Sejarah PerusahaanPT Bank Syariah Indonesia Tbk (disingkat BSI) adalah Lembaga Perbankan Syariah. Bank ini resmi beroperasi mulai Senin, 1 Februari 2021, dahulu bernama Bank Jasa Arta, lalu diambil alih Bank Rakyat Indonesia, menjadi Bank Umum Syariah pada 2008. UUS Bank BRI digabung pada 2009. Kemudian Pada 1 Februari 2021, bank ini melakukan merger dengan Bank Syariah Mandiri dan BNI Syariah dan pada saat yang sama, berganti nama menjadi Bank Syariah Indonesia.
Hasil penggabungan itu, menjadikan bank yang dipimpin oleh Hery Gunardi ini sebagai bank syariah terbesar di Indonesia sekaligus menempatkannya dalam daftar 10 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset.
Total aset BSI sampai dengan bulan Desember 2020 sekitar Rp 214,6 triliun, modal inti lebih dari Rp 22,60 triliun, total Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 210 triliun, serta total pembiayaan Rp 157 triliun.
Dilihat dari jaringan layanannya, BNI Syariah saat ini 68 Kantor Cabang, 300 Kantor Cabang Pembantu, 13 Kantor Kas, 8 Kantor Fungsional, 23 Mobil Layanan Gerak, 55 Payment Point, 202 Mesin ATM BNI dan 1.500 Outlet.
Sedangkan BRI Syariah memiliki 57 Kantor Cabang, 215 Kantor Cabang Pembantu, 10 Kantor Kas, 12 Unit Mikro Syariah, 2.209 Kantor Layanan Syariah, 387 mesin EDC, 539 Mesin ATM, 25 Mobil ATM, 522 Laku Pandai.
Mandiri Syariah memiliki 1 Kantor Pusat dan 1.736 jaringan kantor yang terdiri dari 129 kantor cabang, 398 kantor cabang pembantu, 50 kantor kas, 1000 layanan syariah bank di Bank Mandiri dan jaringan kantor lainnya, 114 payment point, 36 kantor layanan gadai, 6 kantor mikro dan 3 kantor non operasional di seluruh propinsi di Indonesia, dengan akses lebih dari 200.000 jaringan ATM.
Sehingga, bila ditotal, BSI akan didukung oleh lebih dari 1.100 Kantor Cabang, sekitar 200.741 jaringan ATM yang tersebar di seluruh Nusantara.
Hal itu, membuat pemerintah optimis, BSI bisa menjadi top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam kurun waktu 5 tahun ke depan.
Pasca merger, Bank Hasil Penggabungan akan memiliki susunan kepengurusan yang diperkuat oleh 10 direksi. Berikut ini susunan komisaris dan direksi BSI sesuai hasil RUPSLB BRIS 15 Desember 2020:
Susunan Komisaris dan Direksi Bank Syariah Indonesia atau BSI
| Komisaris | |
|---|---|
| Komisaris Utama : | Mulya E. Siregar |
| Komisaris : | Suyanto |
| Komisaris : | Masduki Baidlowi |
| Komisaris : | Imam Budi Sarjito |
| Komisaris : | Sutanto |
| Komisaris Independen : | Bangun S. Kusmulyono |
| Komisaris Independen : | M. Arief Rosyid Hasan |
| Komisaris Independen : | Komaruddin Hidayat |
| Komisaris Independen : | Eko Suwardi |
| Dewan Pengawas Syariah (DPS) | |
| Ketua DPS : | Mohamad Hidayat |
| Anggota DPS : | Oni Syahroni |
| Anggota DPS : | Hasanudin |
| Anggota DPS : | Didin Hafidhuddin |
| Direksi | |
| Direktur Utama : | Hery Gunardi |
| Wakil Direktur Utama I : | Ngatari |
| Wakil Direktur Utama II : | Abdullah Firman Wibowo |
| Direktur Wholesale Transaction Banking : | Kusman Yandi |
| Direktur Retail Banking : | Kokok Alun Akbar |
| Direktur Sales and Distribution : | Anton Sukarna |
| Direktur IT : | Ahmad Syafii |
| Direktur Risk Management : | Tiwul Widyastuti |
| Direktur Compliance and Human Capital : | Tribuana Tunggadewi |
| Direktur Finance and Strategy : | Ade Cahyo Nugroho |
Beberapa poin penting dari terbentuknya BSI (Bank Syariah Indonesia)
Makna logo
Seiring legal merger, logo BSI pun diperkenalkan langsung oleh Direktur Utama PT Bank Syariah Indonesia, Hery Gunardi.
Hery menjelaskan, logo perusahaan bernuansa hijau dan putih. Logo tersebut bertuliskan BSI dengan bintang berwarna kuning di ujung sebelah kanan dari tulisan. Di bawah tulisan BSI tersemat kata "Bank Syariah Indonesia".
Adapun bintang berwarna kuning memiliki 5 sudut. Kelima sudut pada bintang itu merepresentasikan 5 sila pancasila dan 5 rukun islam.
"BSI jadi representasi Indonesia baik di tingkat nasional maupun di tingkat global. Logo BSI memiliki bintang bersudut 5, ini merepresentasikan 5 sila pancasila dan 5 rukun islam," ucap Hery.
Kode saham BSI
Nama BSI resmi menjadi nama pengganti dari BRI Syariah. BRI Syariah ini merupakan bank yang menerima penggabungan (survivor entity) dari 3 bank syariah BUMN.
Dengan begitu, kode saham BSI di Bursa Efek Indonesia (BEI) menggunakan kode BRIS.
Adapun komposisi pemegang saham terbesar jatuh kepada PT Bank Mandiri (Persero) Tbk dengan porsi 51,2 persen saham. Diikuti oleh PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BNI) 25,0 persen, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) 17,4 persen, DPLK BRI - Saham Syariah 2 persen, dan publik 4,4 persen.
Struktur pemegang saham tersebut berdasarkan perhitungan valuasi dari masing-masing bank peserta penggabungan.
Rasio keuangan BSI
Dengan merger, bank syariah terbesar di RI ini memiliki aset yang besar, yakni mencapai Rp 240 triliun dengan modal inti lebih dari Rp 22,6 triliun. Jumlah aset dan modal inti tersebut menempatkan Bank Hasil Penggabungan dalam daftar 7 besar bank terbesar di Indonesia dari sisi aset.
BSI pun akan menjadi top 10 bank syariah terbesar di dunia dari sisi kapitalisasi pasar dalam 5 tahun ke depan.
Dari sisi pembiayaan, pembiayaan yang disalurkan BSI mencapai Rp 157 triliun. Sementara kumpulan Dana Pihak Ketiga (DPK) mencapai Rp 157 triliun.
Hery bilang, BSI bakal menyasar seluruh segmen masyarakat lantaran ditunjang oleh sistem IT yang baik. Tercatat ada lebih dari 1.200 cabang dan 1.700 jaringan ATM, serta didukung oleh 20.000 orang karyawan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Segmen bisnis BSI
Hery menuturkan, penggabungan 3 bank syariah BUMN bakal membuat BSI mampu menyasar seluruh segmen dari UMKM hingga korporasi.
Sebab, ketiga bank syariah tersebut akan membawa ciri khas masing-masing dalam satu emiten.
Di segmen ritel, BSI akan memiliki ragam solusi keuangan dalam ekosistem Islami, seperti terkait keperluan ibadah haji dan umrah, ZISWAF, pendidikan, kesehatan, remitansi internasional, dan layanan dan solusi keuangan lainnya berlandaskan prinsip syariah.
Sedangkan di segmen korporasi dan wholesale, BSI akan masuk ke dalam sektor-sektor industri yang belum terpenetrasi maksimal oleh perbankan Syariah.
Perseroan akan menyasar investor global lewat produk-produk syariah.
BSI pun yakin akan dapat turut membiayai proyek-proyek infrastruktur yang berskala besar dan sejalan dengan rencana Pemerintah dalam pembangunan infrastruktur di Indonesia.
Di segmen UKM dan Mikro, BSI mendukung para pelaku UMKM melalui produk dan layanan keuangan Syariah yang sesuai dengan kebutuhan UMKM.
"Fokus BSI adalah menumbuhkan segmen UMKM dalam ekosistem yang terintegrasi melayani segmen ritel dan konsumer, serta mengembangkan segmen wholesale dengan produk yang inovatif, termasuk pengembangan bisnis global, seperti global sukuk," begitu kata Hery.
Sumber :
https://finance.detik.com/moneter/d-5357755/jadi-yang-terbesar-di-ri-ini-profil-bank-syariah-indonesia
https://finansial.bisnis.com/read/20210127/231/1348808/beroperasi-1-februari-2021-ini-logo-dan-susunan-direksi-bank-syariah-indonesia
https://money.kompas.com/read/2021/02/02/091724726/serba-serbi-bank-syariah-indonesia-yang-perlu-diketahui
Sejarah Hari Ibu di Indonesia
SejarahHari Ibu adalah hari peringatan atau perayaan terhadap peran seorang ibu dalam keluarganya, baik untuk suami, anak-anak, maupun lingkungan sosialnya.
Peringatan dan perayaan biasanya dilakukan dengan membebas tugaskan ibu dari tugas domestik yang sehari-hari dianggap merupakan kewajibannya, seperti memasak, merawat anak, dan urusan rumah tangga lainnya.
Di Indonesia, hari ibu dirayakan pada tanggal 22 Desember dan ditetapkan sebagai perayaan nasional.
Sejarah Hari Ibu 22 Desember 2020
Jasa seorang ibu memang begitu besar bagi anak-anaknya. Maka, tak heran jika setiap tanggal 22 Desember selalu diperingati sebagai Hari Ibu di Indonesia. Inilah bentuk penghargaan bagi kaum ibu di Tanah Air. Namun, peringatan Hari Ibu saat ini ternyata telah melenceng dari sejarahnya sendiri. Setidaknya, begitulah pendapat seorang ahli sejarah dari Universitas Negeri Medan (Unimed), Dr Phil Ichwan Azhari. "Hari Ibu itu ditetapkan berkaitan dengan politik. Karena awalnya dari sebuah gerakan perempuan. Tapi, interpretasi kita saat ini dalam memperingati Hari Ibu sudah meleset, menjadi harinya mamak-mamak (ibu-ibu)," ungkap Phil Ichwan Azhari kepada okezone di Medan, Rabu (22/12/2010).
Disampaikan sejarawan yang menamatkan S3-nya di Jerman ini, penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu berawal dari pelaksanaan Kongres Perempuan yang pertama pada tanggal 22-25 Desember 1928. Kongres yang digelar di Yogyakarta itu dilaksanakan beberapa bulan setelah dicetuskannya Sumpah Pemuda. Saat itu, sebanyak 30 organisasi perempuan dari 12 kota di Jawa dan Sumatera ikut dalam pertemuan yang kemudian dikenal dengan nama Kongres Wanita Indonesia (Kowani) itu. Para perempuan ini sendiri berkumpul dalam rangka mempersatukan organisasi-organisasi perempuan ke dalam satu wadah demi mencapai kesatuan gerak perjuangan untuk kemajuan wanita bersama dengan pria dalam mewujudkan Indonesia merdeka. Menurut Ichwan, organisasi perempuan di Indonesia sendiri sudah bermula sejak 1912, diilhami oleh perjuangan para pahlawan wanita abad ke-19. Bahkan, sebelum Kowani pertama kali dilaksanakan, pergerakan perempuan di Sumatera juga sudah tumbuh. Saat itu, sebuah organisasi perempuan mendirikan surat kabar 'Perempoean Bergerak' di Sumatera Utara pada 1919.
"Oleh karena itu, peringatan Hari Kartini juga tidak perlu, karena dia hanya pahlawan lokal. Sebelum Kartini pun sudah ada gerakan perempuan di Medan yang lebih maju. Buktinya, mereka bisa mendirikan sebuah surat kabar," tutur dosen yang juga menjabat sebagai Kepala Pusat Studi Sejarah Unimed ini.
Kembali kepada peringatan Hari Ibu yang dilakukan zaman sekarang, Ichwan menilai peringatan tersebut tidak lagi tepat jika dikaitkan dengan sejarah. Karena, maksudnya tidak lagi diperingati sebagai hari gerakan perempuan. Bahkan, peringatan Hari Ibu saat ini bisa mengkerdilkan gerakan perempuan zaman dulu.
Meski begitu, Ichwan tidak menolak adanya peringatan Hari Ibu. Hanya saja, dia mengusulkan agar dicari tanggal lain selain tanggal 22 Desember. Seperti di luar negeri, juga diperingati Mother's Day, yakni setiap hari Minggu di pekan ke dua bulan Mei yang diperingati di Amerika dan beberapa negara lainnya, serta setiap tanggal 8 Maret yang diperingati di sejumlah negara Eropa.
"Peringatan Hari Ibu boleh, untuk menghargai jasa seorang ibu. Saya setuju, tapi jangan menghilangkan nuansa gerakan dari perjuangan perempuan. Karena sudah menggelapkan sejarah, itu saya yang nggak setuju," tegasnya.
Sementara itu, peringatan Hari Ibu setiap tanggal 22 Desember sendiri telah ditetapkan oleh mantan Presiden Soekarno melalui Dekrit Presiden Nomor 316 Tahun 1959 pada tanggal 16 Desember 1959. Oleh karena itu, Hari Ibu ini selalu diperingati secara nasional di seluruh Nusantara setiap tahunnya.
Sebelumnya, penetapan tanggal 22 Desember sebagai Hari Ibu juga telah dicetuskan pada Kowani ke-3 yang diadakan di Bandung pada 22 Desember 1938. Penetapan tanggal ini bertujuan untuk menjaga semangat kebangkitan perempuan Indonesia secara terorganisasi dan bergerak sejajar dengan kaum pria.
Kemudian, pada kongres tahun 1952 yang diadakan di Bandung, Sri Mangunsarkoro juga mengusulkan agar dibangun sebuah monumen untuk memperingati Kowani pertama. Setahun berikutnya, Ketua Kowani pertama Sukanto melakukan peletakan batu pertama pembangunan Balai Srikandi. Menteri perempuan pertama di Indonesia, Maria Ulfah yang baru saja dilantik tahun 1950, meresmikannya pada 20 Mei 1956.
Perkembangan selanjutnya, seluruh kompleks pun dibangun di Jalan Laksda Adisucipto, Yogyakarta, dan diresmikan oleh mantan Presiden Soeharto sebagai Gedung Mandala Bhakti Wanitatama pada 22 Desember 1983. Terdapat beberapa bangunan di kompleks ini, yakni Balai Srikandi yang memiliki museum, serta Balai Shinta, Kunthi dan Utari yang biasanya untuk acara resepsi dan pameran. Kemudian, ada kompleks penginapan Wisma Sembodro dan Wisma Arimbi, serta perpustakaan.
Referensi
https://www.kompas.com
https://id.wikipedia.org
Sejarah di Balik Permainan Petak Umpet
SejarahIndonesia terkenal dengan keanekaragamannya, mulai dari bahasa, budaya, sampai pada permainan khas. Berbicara soal permainan siapa sih yang tidak suka bermain? Hampir sebagian besar orang menyukai bermain, salah satunya karena permainan itu menyenangkan. Kalian juga pastinya sudah tidak asing dengan yang namanya permainan petak umpet bukan?
Petak umpet termasuk salah satu permainan Tradisional yang sangat akrab di telinga masyarakat. Permainan yang satu ini merupakan permainan yang sering di mainkan anak-anak bahkan sejak jaman dahulu. Selain karena menyenangkan permainan yang melibatkan banyak orang ini mudah dimainkan.
Diperkirakan, petak umpet sudah ada sejak abad ke-2 setelah masehi. Akan tetapi permainan ini masih belum diketahui berasal dari daerah mana. permainan ini pernah tertulis dalam sebuah karya penulis asal Yunani, yakni Julius Pollux, karyanya itu disebut dengan “Apodidraskind”. Sekarang di Yunani sendiri permainan sejenis ini disebut sebagai Kryfto, yang dianggap sama dengan model permainan petak umpet.
Tak hanya itu, petak umpet ternyata juga ada di beberapa negara. Namun dikenal dengan nama atau istilah yang berbeda, tentunya sesuai dengan bahasa di daerah mereka, seperti di Spanyol dengan el escondite, di Prancis dengan jeude chache-chache, Israel dengan Machboim nya, Korea Selatan dengan Sumbaggoggilnya, dan di Inggris dengan Hide and Seek. Di negara tercinta kita ini, negara Indonesia, petak umpet juga punya banyak sebutan. Seperti di Sunda, biasa disebut dengan istilah ucing sumput dan di Jawa sering disebut dhelikan, jethungan, jephungan. Di daerah tempat saya singgah biasa di kenal dengan rok umpet.
Petak umpet sendiri merupakan permainan yang menuntut seseorang untuk lebih aktif. Dengan banyak bergerak aktif, seseorang akan mengalami perkembangan yang signifikan, yang tadinya diam menjadi tertuntut untuk berlari dan bersembunyi, hal ini secara tidak langsung seseorang telah melakukan olahraga.
Namun sayangnya permainan tradisional seperti petak umpet ini kian memudar, sebab sudah jarang yang memainkannya. Anak-anak jaman sekarang lebih suka bermain di depan monitor sepanjang hari, padahal hal seperti itu akan membawa dampak tidak baik untuk kesehatan raga dan pola pikir.
Sejarah Kebudayaan Tari Jaipong
SejarahSejarah Kebudayaan Tari Jaipong - Tari Jaipong adalah seni tari yang lahir dari kreativitas seorang seniman asal Bandung, Gugum Gumbira. Beliau terinspirasi pada kesenian rakyat yang salah satunya adalah Ketuk Tilu menjadikannya mengetahui dan mengenal betul perbendaharaan pola-pola gerak tari tradisi yang ada pada Kliningan atau Bajidoran atau Ketuk Tilu. Sehingga ia dapat mengembangkan tarian atau kesenian yang kini di kenal dengan nama Jaipongan.
Karya Jaipongan pertama yang mulai dikenal oleh masyarakat adalah tari “Daun Pulus Keser Bojong” dan “Rendeng Bojong” yang keduanya merupakan jenis tari putri dan tari berpasangan (putra dan putri). Awal kemunculan tarian tersebut semula dianggap sebagai gerakan yang erotis dan vulgar, namun semakin lama tari ini semakin popular dan mulai meningkat frekuensi pertunjukkannya baik di media televisi, hajatan, maupun perayaan-perayaan yang diselenggarakan oleh pemerintah atau oleh pihak swasta.
Perkembangan Tari Jaipong
Dari tari Jaipong ini mulai lahir beberapa penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kirniadi. Kehadiran tari Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para pencinta seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang di perhatikan. Dengan munculnya tari Jaipongan ini mulai banyak yang membuat kursus-kursus tari Jaipongan, dan banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk pemikat tamu undangan.
Di Subang Jaipongan gaya “Kaleran” memiliki ciri khas yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan. Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang.
Tari Jaipongan pada saat ini bisa disebut sebagai salah satu tarian khas Jawa Barat, terlihat pada acara-acara penting kedatangan tamu-tamu dari Negara asing yang datang ke Jawa Barat, selalu di sambut dengan pertunjukkan tari Jaipongan. Tari Jaipongan ini banyak mempengaruhi pada kesenian-kesenian lainnya yang ada di Jawa Barat, baik pada seni pertunjukkan wayang, degung, genjring dan lainnya yang bahkan telah dikolaborasikan dengan Dangdut Modern oleh Mr. Nur dan Leni hingga menjadi kesenian Pong-Dut.
Bentuk Penyajian dan Ciri Khas
Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas dan kesederhanaan (alami/apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian taxi pada pertunjukkannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada Seni jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya Kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini sebagai berikut : 1) Tatalu ; 2) Kembang Gadung 3) Buah Kawung Gopar ; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinde Tatandakan (seorang Sinden tetapi tidak menyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukkan ketika para penonton (Bajidor) sawer uang (Jabanan) sambil salam temple. Istilah Jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor).
Perkembangan selanjutnya dari Jaipongan terjadi pada tahun 1980-1990-an, dimana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Man gut, Iring-firing Daun Puring, Rawayan dan Tari Kawung Anten. Dari tari-tarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepi, Agah, Aa Suryabrata dan Asep Safaat.
Perkembangan Tari Jaipong
Dari tari Jaipong ini mulai lahir beberapa penari Jaipongan yang handal seperti Tati Saleh, Yeti Mamat, Eli Somali, dan Pepen Dedi Kirniadi. Kehadiran tari Jaipongan memberikan kontribusi yang cukup besar terhadap para pencinta seni tari untuk lebih aktif lagi menggali jenis tarian rakyat yang sebelumnya kurang di perhatikan. Dengan munculnya tari Jaipongan ini mulai banyak yang membuat kursus-kursus tari Jaipongan, dan banyak dimanfaatkan oleh para pengusaha untuk pemikat tamu undangan.
Di Subang Jaipongan gaya “Kaleran” memiliki ciri khas yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas, dan kesederhanaan. Hal itu tercermin dalam pola penyajian tari pada pertunjukannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada pula tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada seni Jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya kaleran, terutama di daerah Subang.
Tari Jaipongan pada saat ini bisa disebut sebagai salah satu tarian khas Jawa Barat, terlihat pada acara-acara penting kedatangan tamu-tamu dari Negara asing yang datang ke Jawa Barat, selalu di sambut dengan pertunjukkan tari Jaipongan. Tari Jaipongan ini banyak mempengaruhi pada kesenian-kesenian lainnya yang ada di Jawa Barat, baik pada seni pertunjukkan wayang, degung, genjring dan lainnya yang bahkan telah dikolaborasikan dengan Dangdut Modern oleh Mr. Nur dan Leni hingga menjadi kesenian Pong-Dut.
Bentuk Penyajian dan Ciri Khas
Ciri khas Jaipongan gaya kaleran, yakni keceriaan, erotis, humoris, semangat, spontanitas dan kesederhanaan (alami/apa adanya). Hal itu tercermin dalam pola penyajian taxi pada pertunjukkannya, ada yang diberi pola (Ibing Pola) seperti pada seni Jaipongan yang ada di Bandung, juga ada tarian yang tidak dipola (Ibing Saka), misalnya pada Seni jaipongan Subang dan Karawang. Istilah ini dapat kita temui pada Jaipongan gaya Kaleran, terutama di daerah Subang. Dalam penyajiannya, Jaipongan gaya kaleran ini sebagai berikut : 1) Tatalu ; 2) Kembang Gadung 3) Buah Kawung Gopar ; 4) Tari Pembukaan (Ibing Pola), biasanya dibawakan oleh penari tunggal atau Sinde Tatandakan (seorang Sinden tetapi tidak menyanyi melainkan menarikan lagu sinden/juru kawih); 5) Jeblokan dan Jabanan, merupakan bagian pertunjukkan ketika para penonton (Bajidor) sawer uang (Jabanan) sambil salam temple. Istilah Jeblokan diartikan sebagai pasangan yang menetap antara sinden dan penonton (bajidor).
Perkembangan selanjutnya dari Jaipongan terjadi pada tahun 1980-1990-an, dimana Gugum Gumbira menciptakan tari lainnya seperti Toka-toka, Setra Sari, Sonteng, Pencug, Kuntul Man gut, Iring-firing Daun Puring, Rawayan dan Tari Kawung Anten. Dari taritarian tersebut muncul beberapa penari Jaipongan yang handal antara lain Iceu Effendi, Yumiati Mandiri, Miming Mintarsih, Nani, Erna, Mira Tejaningrum, Ine Dinar, Ega, Nuni, Cepi, Agah, Aa Suryabrata dan Asep Safaat.
Referensi : http://kebudayaan1.blogspot.com/2013/08/sejarah-kebudayaan-tari-jaipong.html
Sejarah JNE
Sejarah Sejarah PerusahaanSejarah JNE - JNE merupakan perusahaan dalam bidang kurir ekspres dan logistik yang bermarkas di Jakarta, Indonesia. Nama resmi adalah Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (Tiki JNE) tetapi namanya telah terkenal dengan nama JNE. Nama tersebut diambil dari Bahasa Sanskerta yang berarti "Jalur Nugraha Ekakurir". Perusahaan ini salah satu perusahaan kurir terbesar di Indonesia.





















