Sejarah Vanuatu

Sejarah Vanuatu


Republik Vanuatu adalah sebuah negara kepulauan di Samudra Pasifik bagian selatan. Vanuatu terletak di sebelah timur Australia, timur laut Kaledonia Baru, barat Fiji dan selatan Kepulauan Solomon.



Vanuatu dihuni oleh bangsa Melanesia. Orang Eropa pertama yang mengunjungi pulau ini adalah Fernandes de Queiros dari Portugis beserta armadanya dari Spanyol yang sampai ke daerah ini pada tahun 1606. Spanyol dan Portugal masih bersatu di bawah pimpinan raja Spanyol sejak tahun 1580 (Kerajaan Portugis didirikan kembali tahun 1640), sehingga Queiros mengklaim kepulauan ini untuk Spanyol sebagai bagian dari Hindia Timur Spanyol, kemudian memberinya nama La Austrialia del EspĂ­ritu Santo.


Pada tahun 1880, kepulauan ini jatuh ke tangan Prancis dan Britania Raya. Pada tahun 1906, kedua negara ini setuju untuk membentuk pemerintahan bersama atau kondominium yang diberi nama Hebrides Baru. Gerakan kemerdekaan mulai muncul tahun 1970, dan akhirnya Republik Vanuatu berdiri tahun 1980. Vanuatu kemudian menjadi anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa atau PBB, Persemakmuran Britania, Francophonie, dan Forum Kepulauan Pasifik.


ETIMOLOGI


Nama Vanuatu berasal dari kata "vanua" yang berarti "tanah" atau "rumah", kata ini juga terdapat dalam beberapa rumpun bahasa Austronesia, dan kata "tu" (berdiri). Penggabungan kedua kata tersebut menunjukan status independen dari suatu negara baru.


PENJAJAHAN DAN PERJUANGAN KEMERDEKAAN VANUATU


Partai politik pertama di dirikan pada awal 1970-an dan awalnya di sebut Partai Nasional New Hebrides. Salah satu pendiri adalah pastor Walter Lini, yang kemudian menjadi Perdana Menteri dan berganti nama menjadi Pati Vanua'aku pada 1974, partai mendorong kemerdekaan pada tahun 1980 di tengah singkat perang Kelapa.


Agustus 1980 pemerintah Lini mengirimkan pasukan untuk meminta bantuan Papua Nugini karena kegiatan teroris di santo meningkat. Pasukan PNG menangkap Jimmy dan beberapa orang asing. Pasukan September 1980 PNG pergi, dan Jimmy di hukum 14,5 tahun penjara.


1981 sebagian besar tahanan dibebaskan. Dan pada tahun itu juga Vanuatu resmi di tolak masuk ke Kaledonia Baru. Duta besar Prancis diminta untuk meninggalkan Vanuatu. 1983 partai Vanua'aku kembali terpilih sebagai partai yang menangani masalah pemerintahan di Vanuatu. 1987 terjadi perpecahan di dalam partai Vanua'aku dan akhirnya partai Koalisi mengambil alih pemerintahan di bawah pemerintahan Perdana Menteri Lini.


1991 Koalisi Vanua'aku / Uni Partai Moderat mengatur pemerintahan di bawah kepemimpinan Maxime Carlot Korman. 1996 pemerintah meleksanakan upaya dalam pemerintahan namun mengalami kegagalan.


2004 Presiden Alfred Maseng mundur ketika catatan kriminal mengungkapkan banyak kesalahan selama masa pemerintahan, dan ia di gantikan oleh K Mataskelekele. Tahun 2008 koalisi mengatur dibawah Pm Edward Natapei.


Bahasa nasional Vanuatu adalah Bislama, dan bahasa resmi adalah bahasa Bislama, Inggris dan Prancis. Bahasa-bahasa utama pendidikan adalah bahasa Inggris dan Prancis. 


LAHAN


Vanuatu merupakan mata rantai pulau karang dan vulkanis yang berbentuk-Y  yang panjangnya kurang lebih 800km. Negeri ini meliputi 12 pulau besar dan kira-kira 60 pulau kecil. Sebagian dari pulau memiliki gunung berapi  yang masih aktif, sedangkan sebagian besar berhutan lebat. Penduduk pada umumnya tinggal di sepanjang pantai pulau yang lebih besar. Pulau-pulau yang paling padat penduduknya adalah Efate, Espiritu Santo, Malekula, dan Tanna Vila, ibukotanya terletak diatas pulau Efate


AWAL EKSPLOITASI


Misionaris mulai berdatangan pada 1893 tapi upaya konversi sering gagal terlaksana. Mereka bertahan dan di izinkan untuk menginjili. Sayangnya, mereka juga memperkenalkan cacar, influenza, pneumonia dan penyakit lainnya yang banyak menewaskan masyarakat.


Kapal angkatan laut Inggris dan Prancis mendominasi perairan Vanuatu dengan tujuan untuk menghindari persaingan dari luar. Pada 1888, mereka menandatangani perjanjian Naval bersama, pada 1906 Inggris dan Prancis mendirikan Kondomonium dari New Hebrides, yaitu sebuah konstruksi Kolonial.


Pada tahun 1958, sebuah Dwan Pertimbangan didirikan, meningkatkan harapan penduduk lokal yang penjualan tanah akan di hentikan dan Dekolonisasi pu di mulai, tetapi berharap hal tersebut cepat terjatuh. Pada 1959 Presiden de Gaulle menyatakan bahawa Prancis akan tetap mengontrol dan memegang kendali atas wilayah Pasifiknya, segara setelah itu Perdana Menteri Macmillan Inggris akan meninggalkan Koloninya.


PENDUDUK DAN EKONOMI


Penduduk Vanuatu sebagian besar adalah bangsa Malenesia, tetapi terdapat beberapa kelompok kecil bangsa Mikronesia, Polinesia, dan orang-orang Eropa. Bahasa Inggris dan bahasa Prancis adalah bahasa resmi negara. Bislama, bahasa Pijin bangsa Malenesia, yang dituturkan oleh hampir setiap orang adalah bahasa Nasional. Pendidikan tidak wajib, tetapi hampi seluruh anak-anak mengikuti sekolah dasar. Namun, disana belum tersedia cukup sekolah menengah bagi mereka yang berminat meneruskan sekolah. Perguruan tinggi Malapoa di Vila memberikan kursus pendidikan guru dan banyak mahasiswa yang belajar di perguruan tinggi lain dengan beasiswa.


Salah satu raja awal yang penting adalah Roy Mata, yang bersatu dengan beberapa suku dan di makamkan di sebuah gundukan besar dengan beberapa pengikutnya. Orang pertama yang mengunjungi pulau pulau adalah orang Spanyol dan ekspedisi di pimpim oleh Querios Fernandes de yang tiba di Espritu Santopada 1605. Pada tahun 1880-an Prancis dan Inggris mengklaim wilayah tersebut sebagai wilayah kenegaraa, pada 1906 mereka sepakat untuk berssma sama mengelola New Hebrides. Sebuah gerakan kemerdekaan muncul pada tahun 1970-an dan Republik Vnuatu di ciptakan pada tahun 1980.


Penduduk Vanuatu atau Ni-Vanuatu berada di sebagaian besar (98,5%) dari keturunan Malenesia. Sekitar 2000 Ni-Vanuatu tnggal dan bekerja di Kaledonia Baru.


ejumlah sekte Nasrani mendapatkan pengikut yang banyak di Vanuatu, sedangkan orang yang lain mengikuti kepercayaan animismetradisional. Vanuatu adalah tempat lahirnya aliran Kultus Kargo yang berkembang di beberapa kepulaun di pasifik selama PD II. Yang paling terkenal adalah aliran Kultus Jhon Frum di pulau Tana, yang pengikutnya  percaya bahwa Jhon Frum suatu hari akan tiba dengan sebuah pesawat atau kapal selam kargo membawa makanan dan banyak barang yang bagus.


Sebagian besar menanam ubi, ketela rambat, maniok, kelapa, coklat dan kopi di tanam pada perkebunan besar untuk di ekspor. Kopra merupakan ekspor negara yang terkemuka. Sapi dan babi di ternakkan di perkebunan kelapa dan dagingnya di proses untuk di ekspor.


Perekonomian berdasarkan pertanian, sektor ini menampung 60% total tenaga kerja. Hasil utamanya yaitu kelapa, coklat, kopi. Tanaman perkebunan itu di budidayakan di pesisir pulau-pulau Efate. Pulau Eromanga menghasilkan kayu cendana. Penangkapan ikan merupakan mata pencaharian sebagian besar penduduk.


Kebanyakan perdagangan dilakukan dengan Australia, Selandia Baru, Fiji, Belanda, Jepang, dan Prancis. Komoditas ekspor utama adalah kopra, daging, dan coklat. Jumlah impornya melebihi jumlah ekspor. Barang-barang impor antara lain bahan-bahan perpabrikan, mesin serta alat transportasi.


SEJARAH DAN PEMERINTAHAN


Hanya sedikit yang di ketahui mengenai sejarah Vanuatu. Penjelajah Portugis, Pedro Fernandes de Queiros,  mendirikan koloni Spanyol yang berumur pendek disana pada tahun 1606. Setelah kepulauan itu di kunjungi beberapa penjelajah berbangsa Prancis dan Inggris pada akhir abad ke-18, para pendeta misi, pedagang, penguasa perkebunan berbangsa Prancis dan Inggris mulai berdiam di sana.


Untuk melindungi jiwa dan harta para penetap ini, pemerintah Inggris dan Prancis mendirikan komisi angkatan laut bersama di wilayah itu pada tahun 1887. Penggabungan pemerintahan Inggris dan Prancis atas kepulauan ini pada mulanya dilaksanakan pada tahun 1906. Sekolah gereja, rumah sakit, dan pasukan polisi yang terpisah dibuka bagi penduduk asli, yang tidak memiliki hubungan kewarganegaraan baik dengan Inggris maupun dengan Prancis. Mereka baru diperbolehkan memilih dewan perwakilan rakyat pertamanya pada tahun 1975. Setelah itu, segala kejadian berlangsung dengan cepat dan sebuah konstitusi untuk kemerdekaan yang dirancang pada tahun 1979 di setujui oleh pemerintahan Inggris dan Prancis. Tidak lama sebelum kemerdekaan beberapa kelompok yang berselisih d Espiritu santo dan Tanna mencoba akan memisahkan dari bagian negeri yang selebihnya. Kekacauan itu segera di padamkan dan kemerdekaan tercapai pada tahun 1980 seperti yang di jadwalkan.


Berdasarkan konstitusinya, Vanuatu adalah negara republik. Presiden adalah kepala negara, sedangkan perdana menteri yang bertanggung jawab kepada lembaga negara adalah kepala pemerintahan. Parlemen majelis tinggal di pilih selama masa empat tahun dengan hak suara universal juga terdapat Dewan Kepala Suku, yang memberikan nasehat kepada pemerintah kepada masalah pemeliharaan kebudayaan tradisional. Terdapat dewan daerah khusus di Espiritu Santo dan Tanna.


Parlemen terdiri dari 39 orang yang bertanggung jawab membuat undang-undang negara, anggota dipilih oleh rakyat untuk masa bakti selama 4 tahun. Parlemen bersama-sama dengan dewan regional memilih presiden dengan masa bakt 5 tahun. Umumnya kegiatan presiden bersifat seremonial.            


Perdana mentri adalah ketua partai mayoritas di parlemen. Dengan bantuan Dewan Mentri, dia menjalankan pemerintahan. Masalah-masalah yang berkaitan dengan kawasan regional dan pedesaan di tangani oleh dewan regional yang bersangkutan.


Sumber : wikipedia, wartasejarah.blogspot.com

Load comments
Affiliate Banner Unlimited Hosting Indonesia